Sekuntum Sajak : Aku Mencintaimu


momCintaku mungkin tak seharu Romeo dan Juliet, berpeluk dekap dalam romantisme kematian

Tapi seperti gulungan ombak yang melunturkan kerut semrawut wajah pasir pantai

Seindah ratusan kelelawar kembali pada peraduannya ketika senja telah mengingatkannya

Semisal bunga mawar yang memalu, meringkuk menyambut kegelapan malam

Cintaku mungkin tak sebening Habibie dan Ainun, berceritera paripurna hingga diangkat ke layar sinema

Tapi seolah melukis, menghijau, bak lukisan kehidupan butiran butiran air pada bebatuan yang gersang

Selembut rayuan angin pada serbuk sari, menuntunnya pada kehidupan selanjutnya

Serapih nyanyian kupu-kupu bersuara tapi tak bersuara, hanya berlari melewati ruangan bebas tak berdimensi

Cintaku mungkin tak serupa Azzam dan Anna Althafunnisa, yang terpaut dan tersekat oleh romantika rencana Sang Pecinta

Tapi selalu diam tanpa perwujudan

Sekiranya cukup dan terwajarkan

Seirama dentuman pikiran, meresap membanjiri bilik perasaan

Aku tak pernah menyajikan kejutan di sela-sela hiruk pikuk hari lahirmu

Aku tak sekalipun mengirimkan kecupan pada kerinduan kening dan pipimu

Aku tak lantas bermanja mesra menanggapi curahan pesan singkatmu

Bahkan terucap saja tak terwujud kekata “aku mencintaimu”

Tapi kau tau

Mungkin saja kau tau

Malangnya bagiku jika kau tak tau

Namun aku tau

Bahwa

Aku mencintaimu

Ibu

Adi Sutakwa 20121221

MENUJU MASTERPLAN, ADI SUTAKWA MERDEKA

Advertisements

Reply me, or Comply me. Or just leave me a message.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s