Leadership #3 : Integritas, Terlalu Mewah untuk Mayoritas


intgTerakhir kali saya berpikir, kehadiran pemimpin dengan integritas tinggi hanyalah mimpi yang tak bisa dibayangkan. Bagi saya, integritas adalah salah syarat khusus untuk menjadi seorang pemimpin. Dalam Cambridge Advanced Learner’s Dictionary, dideskripsikan bahwa integritas adalah someone’s high artistic standards or standards of doing their job and their determination not to lower those standards.

Standar artistik tinggi seseorang dalam melakukan pekerjaan dan determinasi (konsistensi, ketetapan hati) untuk tidak menurunkan standar yang telah ditentukan. Dengan definisi ini, bandingkan dengan pemimpin-pemimpin disekitar kalian, tak perlu terlalu jauh melihat pejabat negara. Lihat saja pemimpin disekitar kalian, sudahkan mereka menetapkan standar yang tinggi untuk lembaga yang mereka pimpin? Sudahkah mereka menerapkan standar yang tinggi untuk proses kaderisasi? Sudahkah mereka menerapkan standar yang tinggi untuk loyalitas pengabdian organisasi? Sudahkah mereka menerapkan standar yang tinggi untuk diri merela sendiri?

Sebenarnya seperti apa itu standar tinggi? Contoh mudahnya, amati pemimpin kalian saat menghadiri sebuah kegiatan, rapat misalnya. Tepat waktukah? Kalau tidak, apa mereka berusaha meyakinkan kita dengan alasan “masuk akal” bahkan sebelum meminta maaf karena telah terlambat? Pemimpin yang buruk mementingkan citra diri dimata orang lain, hingga lupa protokoler dasar dalam kehidupan, meminta maaf ketika salah. Dan mereka tidak akan sukses sebagai pemimpin, karena pemimpin yang memiliki integritas berhenti mencari-cari alasan dan merendah  untuk meminta maaf, kesungguhan memperbaiki kesalahan.

Disiplin yang saya misalkan diatas hanyalah satu dari banyaknya kompleksitas bentuk keseharian integritas. Beberapa kali saya mendapati ideliasme tergadaikan pada birokrasi yang tidak esensial. Konstruksi dasar konsep ideal yang dirancang sedemikian rupa pada rutinitas rapat harian, terbentur oleh kekakuan peraturan. Hingga pada akhirnya dilakukan penyimpangan prosedural dalam mewujudkan idealitas yang telah direncanakan. Ironis.

Mark up data, rekayasa bukti, dan penggenapan dana hanyalah beberapa dari tumpukan rapor buruk organisasi dan birokrasi negara kita. Benarlah jika dikatakan dalam salah satu cuplikan film Kita vs Korupsi bahwa kita adalah cerminan rumah kita. Rumah yang dimaksud tidak mesti lingkungan keluarga, tapi bisa juga diartikan sebagai lingkungan sekolah, lingkungan kerja, bahkan lingkungan ibadah. Laku culas kita menunjukkan bahwa lingkungan kita juga culas, memalukan.

Sebenarnya, integritas adalah tentang keluasan makna, bukan tentang kekakuan bertindak. Bukan berarti terlambat dan bolos kuliah adalah keseharian sikap tidak punya integritas. Tetapi reason dan hakikat mesti didahulukan. Bagi saya, integritas bukanlah sebuah batas idealitas yang di impikan semua kalangan akan kesempurnaan seorang pemimpin. Lebih kepada maksud dan hakikat dalam bertindak, alasan dalam bertingkah. Manusia itu makhluk yang sangat subjektif, maka kesimpulan pribadi, gaya kepemimpinan, prinsip dan keyakinan yang kesemuanya turun dari kajian pengetahuan diri juga menjadi subjektif.

Bukan bermaksud mengatakan bahwa tidak ada yang salah dalam pemikiran seseorang. Namun, bermaksud berpendapat bahwa kebenaran yang dibawa masing-masing orang adalah benar – dalam porsi masing-masing. Hingga pada akhirnya, integritas hanyalah sebuah style, bukan dalam arti negatif, malah dalam arti reflektif, kontemplatif, dan universal. Dan tidak semua orang dapat memahami ini, maka mungkin benar jika saya katakan bahwa integritas terlalu mewah untuk kalangan mayoritas.

 

Adi Sutakwa

20130108

MENUJU MASTERPLAN, ADI SUTAKWA MERDEKA

Advertisements

Reply me, or Comply me. Or just leave me a message.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s