Sendiri


Berjalan dia dengan gontai

Terhuyung dalam ketidakpastian

Rambutnya putih keabu-abuan

Wajahnya senja tak ada keceriaan

Matanya kosong tak bertujuan

Mulutnya gersang

Tubuhnya seperti tulang berjalan

Kurus tak terurus

Kulitnya seperti telah hangus

Tergerus waktu dan kenyataan

 

Aku melihatnya

Semakin dekat

Dia melihatku

Aku seperti merasakan perasaanya

Penderitaannya

Dengan sisa tenaga dan sengaunya suara, dia berkata

“Aku hidup sendiri, tak punya anak karena tak punya istri, tak punya tujuan karena tak punya beban, dan sampai matipun akan sendirian”

 

Adis

20090802 1732

Advertisements

Reply me, or Comply me. Or just leave me a message.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s