Sosok Anomalis : Model Pemimpin yang Dibutuhkan #1


anomDalam kehidupan berorganisasi, keterikatan akan sebuah struktur membuat mereka yang terlibat mau tidak mau harus terkait dengan garis-garis organisasi. Garis garis yang dimampatkan istilahnya dalam AD/ART sebagai garis koordinasi dan garis komando. Sesuai namanya, garis garis ini secara keseluruhan berafiliasi pada tingkatan struktural sebuah organisasi.

Dari berbagai belenggu strukturalitas ini, dibutuhkan seorang pemimpin yang kuat, kharismatik dan komplit sebagai puncak komando dan koordinasi organisasi. Fungsi ini merupakan kesatuan konklusi dari hamburan pikiran yang berputar dalam tubuh sebuah organisasi. Singkatnya, dibutuhkan seorang pemimpin yang dapat menjadi relevansi maknawi dalam kekacauan realita yang berbenturan dengan kesempurnaan idealita.

Organisasi adalah tempat terbaurnya interaksi dan interelasi sosial antar individu atau antar kelompok. Dalam kondisi seperti ini, adanya beragam konflik sebenarnya merupakan hal alamiah. Dahulu konflik dianggap sebagai gejala atau fenomena yang tidak wajar dan berakibat negatif, tetapi sekarang konflik dianggap sebagai gejala yang wajar yang dapat berakibat negatif maupun positif tergantung bagaimana cara mengelolanya.

Salah satu penyulutnya adalah interdependensi antar kelompok atau individu yang terlibat dalam organisasi. Satu bagian yang tidak akan lengkap dan sempurna sebelum bagian yang lain melengkapi tugasnya. Keterlambatan dalam hal-hal ini dapat dengan mudah menimbulkan kesenjangan kepercayaan yang bermuara pada keterkikisan profesionalitas dalam kaitan profesi organisatif.

Perbedaan nilai dan persepsi egoistis dalam interaksi dan interelasi organisasi tidak dapat dileburkan oleh kebijaksanaan pragmatis. Rona bijak seperti ini hanya akan kentara sebagai sebuah upaya monopoli suara dan pencitraan temporal. Para oportunis yang perfeksionis seringkali memanfaatkan momentum seperti ini, momentum yang diciptakannya sendiri dengan serangkaian gulungan rencana konspiratif yang ambisif. Namun, ada harga yang harus dibayar, kehinaan sosial dengan label sebagai seorang licik nan picik.

Atau barangkali kekaburan yurisdiksional yang tidak sengaja tercipta oleh kepemimpinan plin plan dapat secara langsung menghancurkan konstelasi bangunan transformatif organisasi yang telah dipersiapkan sekian lama. Kompleksitas problematika struktural memang sangat sensitif dalam kaitan keberlangsungan hidup sebuah organisasi.

Dengan beberapa akar dan mata air perpecahan yang telah dijabarkan, maka dibutuhkan seorang pemimpin. Bukan lagi pemimpin muda alternatif yang diharapkan dan dicitrakan untuk sekedar mengisi kekosongan posisi pimpinan, bukan pula pemimpin abstraktif yang terpilih berfondasikan rekayasa kompulsif para kaderisator regresif. Namun, harus ada seorang sosok pemimpin anomalis yang dapat menjadi model sempurna dan paripurna dalam setiap sudut kekacauan toleransi yang diciptakan oleh budaya gagap progresi.

Sosok anomalis yang tidak anomalis secara mentah, namun telah matang dan siap mencipta keputusan. Bukan pemimpin hebat, tetapi pemimpin yang terlatih. Bukan para pengambil keputusan yang congkak tanpa kalkulasi, namun para manajer resiko yang penuh perhitungan pengalaman dan lihai melebur solusi. Sosok yang lantang saat menanamkan gagasan dengan dasar keilmuan, sosok yang diam menyemut saat rela turun menceburkan diri dalam kubangan kekacauan teknis, dan sosok yang penuh dengan balutan konsistensi spiritualitas yang mencakar langit serta senantiasa ternyatakan dalam setiap usaha pembaharuan.

Sosok yang disegani dan dikasihi tanpa syarat materi maupun nurani. Sosok yang mempunyai aktualisasi intuisi dan berani menyeret resiko yang telah dikalkulasi. Sosok yang siap dan menyiapkan diri dalam perjalanan esensi tanpa ambisi duniawu. Sosok yang tajam menjawab berbagai integrasi situasi darurat. Pribadi yang merendah bukan merendahkan. Dan seorang suksesi pembaharuan yang berkualitas, yang bertanggungjawab pada spiritualitas tanpa batas.

Andakah? Sayakah? … (bersambung…)

Adi Sutakwa 20121022 0959pm

MENUJU MASTERPLAN, ADI SUTAKWA MERDEKA

Advertisements

2 thoughts on “Sosok Anomalis : Model Pemimpin yang Dibutuhkan #1

  1. beberapa pemuda-pemudi di indonesia yang ingin memajukan kampung halamannya dengan membuka mendirikan suatu usaha sehinnga dapat membuka lapangan pekerjaan buat masyarakat. Skill dan berbagai ide yang ada bahkan telah di tuangkan dalam bentuk proposal namun hal tersebut belum terealisasi karena terhambat oleh faktor modal. berbagai cara telah dilakukan dengan melakukan penawaran dari satu tempat atau instransi ke tempat lain tapi hasilnya masih nihill. Dengan semangat penuh dengan rasa percaya diri tanpa putus asa pun mereka masih mencari investor, sementara untuk menyambung hidup mereka pun masih bekerja di bawah naungan instansi orang lain.bahkan tidak jarang, ide-ide yang mereka punya hanya tinggal jadi suatu karya yang tak berguna lagi. Hal yang sungguh sangat di sayangkan. Dalam hal ini harusnya pemerintah sebagai pemimpin negara harusnya segera mencari solusi terhadap pemuda-pemudi yang memiliki keinginan tersebut. Sebab tak dapat dipungkiri bahwa ide/skill itu harus di barengi dengan modal. Karena sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa kedua hal tersebut adalah dua hal yang dapat dipisahkan. Kedua hal tersebut berjalan berbading lurus, yang tak mungkin dapat berjalan saling memotong. Bila salah satunya tidak sebanding maka ia akan pincang apalagi bila salah satunya tidak ada maka ia tidak akan terealisasi sama sekali

    Dear, Ist’na SUL-SEL.

    Like

    • hmm… betul bu, saya kira itu adalah satu hal. di Indonesia, dai pelosoknya bahkan, banyak juga kok yang berhasil menjalankan lancar ide2 dan gagasan mereka. hanya saja, kita tidak tahu.. mereka yg tidak kita tau, saya sebut Heroes, karena mereka memang pahlawan, di pelosok yg tidak di jangkau media. nah yg kita tau, macam Indonesia Mengajar, Indonesia Berkebun, komunitas2 kreatif dan solutif banyak juga di negeri ini, dan kita tau itu, maka mereka saya sebut Rockstars, merekalah Heroes yg telah dikenal dan menginspirasi Indonesia. jgn terlalu lama mengandalkan pemerintah bu, lakukan saja yg bisa dilakukan, jadilah Heroes, dan tunggulah akan tiba saatnya kita kita semua menjadi Rockstars. Indonesia butuh Rockstars, butuh inspirasi dari Rockstar-Rockstar, makanya, lakukan saja dan jadilah Heroes, hingga ada waktunya sampai menjadi Rockstars… Indonesia butuh Inspirasi, Indonesia butuh Rockstars.. 🙂
      Dear, Sutakwa, Solo

      Like

Reply me, or Comply me. Or just leave me a message.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s