Merangkai Pecahan Kaca #2 : Pekerjaan Keabadian


salads.tripod.com
salads.tripod.com

Jadi, saya salah satu tipe yang suka seenaknya memulai sesuatu dan mengakhiri sesuatu – jangan diartikan ke hal yang aneh-aneh [-_-]. Tulisan contohnya, terlihat kasar karena tidak pernah saya mulai dengan bahasa baku yang mencerahkan. Lebih sering dengan kata-kata acak sesuai keinginan. Bukan berarti saya semena-mena, bukan bermakna saya sewenang-wenang. Tapi bersikap acak, bagi saya adalah satu dari sekian banyak cabang ketegasan. Kontradiktif?

Kata seorang filsuf kawakan, saya lupa itu plato atau aristoteles, penyair adalah pribadi yang cerdas, karena mampu menghubungkan dua hal yang tak berhubungan. Maka, hubungkan saja barang-barang kontradiktif ini, jadilah cerdas. Oke, bukan itu yang akan saya rangkum. Materi kali ini diampu oleh dua penulis keren, satunya jadi pembicara, satunya jadi moderator.

Nah, abang moderator ini bukan orang Jakarte, murni orang Jawa. Kakak saya yang dinamakan Yuli Ardika Prihatama adalah seorang jurusan Pendidikan Fisika yang menguasai berbagai interdisiplin ilmu. Berkali-kali ke luar negeri karena ikut lomba, terakhir kali ke tanah Nazi memenuhi program exchange. Dia orang yang keras, tapi ramah diluar. Jika ditanya, tidak akan menjawab ya atau tidak. Memaksa kita untuk menemukan jawabannya sendiri. Mantan ketua organisasi Ilmiah yang lebih pantas memimpin BEM, hahaha.

Orang kedua, editor ulung yang pernah mengedit buku legendaris, Indonesia Mengajar. Hampir-hampir sama, dulunya dia aktivis yang agak aneh – hahaha maaf pak. Menunda lulus kuliah hanya karena pengen ikut lomba [-_-]. Alasan yang tidak masuk akal. Seorang ustadz yang cukup paham apa dan bagaimana itu agama, seorang penguasa ilmu fisipol yang sama sekali tak terlihat sebagai lulusan fisipol. Tapi percayalah, ilmunya lebih banyak dari apa yang terlihat. Jelas tergambar dari apa yang kami obrolkan di ruang transit. Yusuf Maulana.

Materi yang panjang itu memang agak berat, namun sangat ringan dan ringkas dia sampaikan melalui beberapa potongan halaman materi berwujud portable document format. Materi yang disampaikannya adalah tentang kepenulisan, menulis. Ada dua materi tematik yang kami sisipkan diantara materi kepemudaan dalam forum ini. Pertama, pers, menulis, dan segala tetek bengek-nya. Kedua, kewirausahaan, bisnis, dan segala antek-antek-nya.

Tujuannya adalah mencipta pemuda yang mampu menuangkan ide dan mengabadikan gagasan dalam bentuk tulisan. Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang dari masyarakat dan sejarah. Kata Pak Pram. Padahal sebagai pemimpin, solusi, dan pembaharu, kita pemuda, mahasiswa tidak boleh menjauh dari masyarakat, apalagi menghilang. Dosa lebih parah jika kita hilang dari sejarah. Sama saja meninggalkan generasi selanjutnya tanpa ilmu, tanpa nasehat.

Kelas pagi itu cukup segar dengan udara bersih, kelas yang tidak seorangpun tau akan membentang hingga tiga jam lamanya. Ruang diskusi menjadi lebih luas, forum dikondisikan serupa tapal kuda. Kombinasi posisi cukup perlu dalam menyamakan suasana hati peserta, dimaksudkan untuk mewujudkan mediasi yang paripurna. Diharapkan mampu menyulut tukas-tukas otentik para penggembala ilmu yang masing-masing bersikap unik.

Filosofi pertama yang terloncat dari kekata Yusuf Maulana, jangan ajarkan jurus dahulu, tapi ajarkan kuda-kuda yang kokoh. Disadurkan dari salah satu ilmu beladiri. Monggo dimaknai sendiri, kaitkan dengan keseharian yang kita lakukan. Kaitan dengan rutinitas yang tak berbatas. Kaitkan dengan ilmu dan kepandaian yang mesti kita kokohkan. Kaitan dengan ideologi dan pemahaman yang kita serap dalam-dalam.

Teringat saya pada beragam tanya yang seragam, menimpali saya dalam beberapa waktu terakhir. Gimana toh caranya nulis? Mereka kawanan manusia yang saya sebut kawan saya menanyakan itu. Jawabku singkat dengan senyum, membaca. Persis seperti kuda-kuda yang kokoh, membaca adalah kunci – bagi saya – ajaib untuk dapat menulis. Dikuatkan oleh inti selanjutnya kata Pak Yusuf, spontanitas itu mesti dilatih saat kita mau menulis. Dalam bahasa saya, spontasnitas yang dimaksud Pak Maulana adalah sistesis inti dari segala apa yang kita baca. Dan membaca bukan hanya mencermati huruf. Bacalah getar alam, begitu pesan Jagostu – band sampingan Eross SO7.

Tulisan tanpa motivasi dan tujuan membuat kita cepat bosan dan merasa gagal. Begitu postulat selanjutnya. Karena menulis bukan hanya urusan teknis, tapi masalah ini (nunjuk dada/hati) sama ini (nunjuk jidat). Hukum selanjutnya. Maka jangan cari tau bagaimana cara menulis, karena itu akan dengan mudah kau dapatkan dari omong kosong Om Google. Tapi carilah makna, tujuan, dan hakikat diri. Untuk apa kita menulis. Karena tulisan bukan hanya tentang karya, tapi selalu tentang rasa.

Saya pernah ditertawakan saat menjawab satu pertanyaan padat, untuk apa kamu menulis? Jawab dalam saya, aku ingin suatu kali di masa depan, anak-anakku menemukan tumpukan kertas usang berdebu. Kertas penuh tulisan magis bernuansa profetis – kala itu aku sudah mati. Dia – anak-anakku- baca sekilas. Dan dia – anak-anakku – menanyakan dengan polos pada ibunya. Ibu, tulisan siapa ini? Itu kumpulan gagasan bapakmu, Nak. Gagasan bapakmu. Lalu mereka – anak-anakku – berbinar matanya, terpesona magisnya, hingga mulai saat itu, mereka hidup dengan sahaja, hidup bermandikan makna, hidup dicerahkan potongan-potongan kertas usang, berisi gagasan-gagasan penghidup harapan.

Menulis adalah bekerja untuk keabadian, tapi jangan pernah menjadi abadi dalam menulis. Karena Indonesia butuh gagasan dan gerakan, bukan hanya tulisan.

Adi Sutakwa, dalam ruang imaji tanpa imaji

20130405

Advertisements

Reply me, or Comply me. Or just leave me a message.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s