Jepang #1 ; Biasa.


usual

Rasanya aneh, membayangkan apa yang akan kulakukan di Jepang. Aku ingat wajah-wajah itu, wajahku dan kawan-kawan putih abu-abu. Aku bukan menonjol di sisi penalaran hingga mampu menembus olimpiade siswa nasional (OSN), OSN yang  sangat prestis kala itu. Aku bukan berbakat di ketangkasan olah gerak hingga mampu menyabet medali emas pekan olahraga pelajar nasional (POPNAS). Aku bukan melambung dengan kharisma setara panglima perang hingga mampu memimpin seluruh ketua OSIS se-nasional. Ya, aku tidak pernah ikut OSN, POPNAS, atau menjadi Ketua OSIS Nasional.

Yang aku tahu, aku keras kepala.

Aku mungkin hanya fanatik pada cerita fiktif Detektif Conan, terlalu fanatik bahkan hingga terlihat aneh saat orang lain tahu aku punya komik itu dari seri satu hingga yang terbaru. Juga mengunduh rajin seri gambar bergeraknya untuk ditonton tanpa batas, tanpa henti, tidak pernah habis, bahkan hingga sekarang, hingga aku kuliah, Conan tidak juga beranjak dewasa. Hari-hari yang lambat, kasihan Conan.

Beberapa kawan juga menyukai sesuatu yang berbau Jepang, tapi tentu dalam hal yang berbeda, bukan Conan, dan tidak fanatik bodoh sepertiku. Ya, dengan kawan-kawan itu, kemudian aku bermimpi, kuliah di Jepang. Ah, aku ingat kami pernah berbagi kabar tentang Monbukagakusho, juga beasiswa-beasiswa Jepang yang lain. Aku pernah ingin sekali ke Jepang. Aku ingat. Dan kawan-kawanku ingat.

Dan disinilah aku, dua hari lagi, aku ke Jepang.

Tentu ini akan jadi mimpi yang manis sekali jika aku ternyata bisa kuliah di Japang dalam dua hari lagi.  Tentu akan jadi tidak seru jika rahasia langit setipis itu, diraih mudah oleh anak muda yang biasa saja. Hidup berkecukupan, tidak pernah sangat menderita. Ya, tentu saja aku tidak kuliah di Jepang dua hari lagi. Aku masih kuliah di UNS, kawan-kawan lain di ITB,  ada yg di UI, UNNES, UNDIP. Tidak ada diantara kami yang kuliah di Jepang saat ini.

Tapi hei, aku serius, disinilah aku, dua hari lagi, aku ke Jepang!

Menghadiri sebuah acara konferensi biasa, yang semua orang juga bisa mengikutinya di tahun lalu, atau di tahun depan. Biasa, karena ini sama sekali bukan kompetisi, tidak ada janji-janji kemahsyuran penobatan best paper atau sejenisnya. Biasa, karena kami hanya mengirimkan ide dan gagasan lumrah yang setiap orang juga bisa membuatnya. Ah, sungguh biasa, karena kawan-kawan kami juga telah muntah berkeliling Eropa atau sekedar berputar-putar di ujung Malaysia dan Singapura. Biasa?

Tidak. Ini sungguh tidak bisa serta merta disebut biasa.

Hidup ini sungguh sangat sederhana, bagi mereka yang beruntung untuk tahu dan paham. Dalam bahasa lain disebut ikhlas. Seperti membaca buku. Dengan membaca, kita hanya akan menjadi bijak, atau congkak. Bijak ketika kita diolok-olok oleh ketidaktahuan. Dan congkak ketika kita merasa telah lebih banyak tahu dari si buku (atau orang lain).

Sama seperti ke Jepang. Apa yang bisa menjadi begitu istimewa saat ke Jepang? Kita hanya duduk dalam ruangan gelap berjam-jam, dalam pesawat. Kita hanya lelah menggendong tas-tas besar dan menyapa pemilik penginapan yang bahkan tidak mengerti bahasa kita. Kita hanya melakukan presentasi berbahasa inggris seperti biasa yang bahkan pernah kita lakukan saat kuliah/SMA/SMP. Kita hanya berjalan-jalan mengitari pusat kota penuh dengan keramaian dan kebisingan, dan ada banyak salju yang bisa membuat kita terpelanting  jatuh atau minimal menggigil hebat. Kita kemudian hanya duduk ruangan gelap berjam-jam, dalam pesawat. Lagi. Dalam perjalanan pulang. Ah, sungguh biasa.

Biasa?

Tidak. Ini sungguh tidak bisa serta merta disebut biasa.

Tentu akan jadi tidak seru jika rahasia langit setipis itu, anak biasa, lahir di keluarga biasa, berpendidikan biasa, dan ke Jepang dengan biasa? Ah, tentu akan jadi tidak seru jika rahasia langit setipis itu.

Kita lihat saja nanti. (…bersambung…)

20140204  0226

Adi Sutakwa ; dinihari dan tidak bisa tidur.

Advertisements

One thought on “Jepang #1 ; Biasa.

Reply me, or Comply me. Or just leave me a message.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s