Indofood Riset Nugraha #1 – Mimpi


baqiberbagi.wordpress.com
baqiberbagi.wordpress.com

Aku lupa kapan terakhir kali bermimpi – secara harfiah. Terlebih kapan pertama kali bermimpi. Tapi aku ingat dan sadar, bahwa me-nyata-kan mimpi, that is what I’m working on. Manusia butuh untuk bermimpi, bukan dalam arti harfiah, tapi dalam pengartian istilah, mengacu pada visi dan keinginan yang digambarkan secara jelas, dan diperjuangkan secara bertanggung jawab.

Kenapa sebuah mimpi harus jelas? Karena kejelaskan rinci dari ingin itu, akan kita minta kepada Sang Pengabul Mimpi. Maka ia haruslah satu hasrat yang jelas, tegas, dan spesifik. Engkau pikirkan setiap detilnya, engkau bayangkan merasakan wujud atau kepuasan saat mendapatkannya, dan yang paling penting, pastikan bahwa engkau layak dan pantas untuk mendapatkannya.

Mimpi juga haruslah bertanggung jawab. Diperjuangkan secara ksatria, ia bukan barang murah yang ada di emperan trotoar, ia bukan barang pasaran yang diproduksi secara masal, dan ia bukan sekedar wujud yang bisa dimiliki semua orang. Karena ia spesial, ia adalah mimpimu! Dan itulah kenapa mimpi harus diperjuangkan secara terhormat, bertanggung jawab, dan kerja keras, karena ia spesial, karena ia istimewa. And that is why I’m working on it.

Dan contoh nyata mimpi yang jelas dan spesial, adalah mimpi Sultan Muhammad Al Fatih untuk merobohkan dinding Konstantinopel. Mimpi yang mengajarkan, mengilhami, dan merasuk ke jiwa pemuda-pemuda muslim, bahwa Islam, bisa lebih dari semua yang pernah terpikirkan atau terbayangkan. Karena Islam bukan agama ecek-ecek gubahan para penyair. Adalah Islam, agama Tuhan Yang Satu, agama Allah Jalla Jalluhu.

Bagiku, mimpi tidaklah satu. Mimpi itu serangkaian proses, capaian-capaian yang mendefinikan kita selama hidup. Catatan hari tua yang satu per satu akan kita wariskan spirit-nya ke trah kita selanjutnya. Wujud maupun tanda dimana kita akan bangga dan tersenyum melihat orang lain tersenyum lantaran terbantu dengan apa yang kita lakukan. Dan sarana ibadah serta amal yang akan meninggikan derajat kita di mata Sang Pemilik Surga – jika ia dilakukan untuk menggemakan, meninggikan Asma-Nya, Allah Azza wa jalla.

Dan inilah satu dari banyak mimpi yang terdata karena terpikir sejauh ini, sejak tahun lalu. Indofood Riset Nugraha.

Selain niat awal yang memang harus  selalu bertumpu pada meninggikan Asma Allah Azza wa jalla dengan memahami ciptaannya, juga alasan kedua untuk membahagiakan Ibunda. Dan syukur alhamdulillah, doa itu diijabah, kerja dan usaha itu dinilai, dan niat yang Insha Allah lillahi ta’ala itu diterima. Aku menjadi satu dari 52 penerima manfaat Indofood Riset Nugraha (IRN).

Awal tahun lalu aku tertunduk kecewa karena belum dapat eligible untuk dapat apply IRN 2013. Program ini hanya ditujukan untuk pendanaan skripsi, praktis secara syarat akademis aku belum dapat memasukkan skripsi pada Rencana Akademik (KRS), tentu saja karena jumlah SKS yang belum mencukupi. Tapi aku mendapatkan satu hal di kisaran bulan Rabiul Awal-Akhir tahun 1434, aku mendapatkan mimpi baru, menjadi salah satu penerima IRN  2014.

Dan jadilah saat ini aku bergelut dengan salah satu mimpi yang tercapai, namun implikasinya, aku mesti berdiri lebih tegap, berjalan lebih mantap, berlari lebih kuat, dan berpikir lebih keras. Untuk fokus pada satu niat meninggikan kebesaran Allah Azza wa jalla, menjadi satu dari jutaan pendahulu yang telah membuktikan, Allah is creating everything on purposes, we just not smart enough to understand. In time, Allah will give us a true and truly exporesure about everything in this world, or the hereafter.

Sedikit tentang penelitianku, salah satu penelitian yang mengambil objek Pisang Batu (pisang kluthuk, Musa balbisiana C.). Tiap awam berkata bahwa pisang ini Cuma dibuang saja, pohon liarnya bahkan tidak disuka, kadang lebih sering dipotong sebelum berbuah, diambil daunnya yang lebih berharga ketimbang buahnya. Disinilah sebuah ide tumbuh, sebuah keyakinan menjadi suluh.

Dalam kalangan food technologist sedang populer istilah hidden hunger – mengacu pada kekurangan nutrisi disebabkan rendahnya konsumsi mineral dan vitamin. Meski tidak banyak vitamin pada Pisang Batu ini, paling tidak aku turut membuat alternatif solusi untuk diversifikasi yang semakin tak terkendali dan merusak (banyak makanan yang justru menimbulkan sakit dan bukan menjamin kesehatan).

Iya, tentu menjadi impian untuk semua orang. Menjadikan dirinya berarti untuk keluarga, komunitas, negara, dan dunia. Bahkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bahwa manusia yang paling baik, adalah ia yang bermanfaat, berguna, bagi manusia lain. Dan dengan inilah satu kemanfaatanku dimulai, untuk manusia lain, komunitas, bangsa, dan dunia, Insha Allah…

(bersambung…)

Sutakwa

20141019 2325

References

  1. Hidden Hunger – http://biofortconf.ifpri.info/files/2014/03/What-is-Hidden-Hunger-Fact-Sheet_3-27-2014.pdf
  2. Hidden Hunger – http://www.sightandlife.org/fileadmin/data/News/Hidden_Hunger_Index_Executive_Summary.pdf
  3. IRN 2014 – http://www.indofood.com/MediaComunity/LatestNews/NewsID(enUS)/tabid/337/articleType/ArticleView/articleId/377/language/en-US/Awards-Program-for-Leading-Researchers-for-Food-Diversification.aspx
Advertisements

Reply me, or Comply me. Or just leave me a message.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s