Indofood Riset Nugraha #3 – Tidur


avokadojuice.wordpress.com
avokadojuice.wordpress.com

Kucing tidur 13 jam sehari, mungkin kita maklum dan malah senang melihat hewan kesayangan Rasulluhah ini saat tidur. Tupai tidur 14 jam sehari sedikit lebih banyak, tapi jauh lebih gesit ketmbang kucing yang tambun dan kerjanya hanya guling-guling manja di lantai. Aku? Aku tidur 2 jam – pernah. Mungkin beberapa orang menganggap aku gendut, tapi aku sama sekali tidak tidur seperti kucing. Mungkin kata orang kami sama-sama gendut (aku tidak gendut sih menurutku), tapi aku tidak tidur seperti kucing! Sekali-kali tidak!

Namun, tentu saja ada satu golongan yang dimuliakan Allah karena “ditidurkan” selama 309 tahun, para Ashabul Kahfi, merekalah pemuda yang taat dan mendapat petunjuk oleh Allah Jalla Jalluhu. Inilah golongan yang dimuliakan oeh Allah Azza wa Jalla, golongan yang sebagian dari kehidupannya diabadikan dalam Al Quran, golongan yang kisahnya mesti diteladani oleh pemuda masa kini yang tidur tenggelam dalam lena keduniaan. Inilah kisah dimana 10 pertama dan terakhir ayat surah ini dapat melindungi kita dari fitnah Dajjal.

Kini baru aku sadar kenapa Habibie tidak pernah tidur lebih dari dua jam saat menjadi panglima tertinggi negeri ini. Karena mimpinya membuat negeri ini bermartabat tidak mulus lulus lancar. Diuji oleh berbagai masalah dari rakyat yang mati kelaparan, hingga yang mati saling bunuh, Indonesia chaos pada saat itu. Dan mimpi tidak tercapai tanpa itikad dan tekad. Maka kemudian hal ini sinkron dengan manual book kita, Al Quranul Karim, tertulis terang, jelas, dan mudah dimengerti, surah Al Baqarah dan surah Ali Imran.

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.” (Q.S Ali Imran [3]: 142)

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: Kapankah datangnya pertolongan Allah? Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Q.S Al-Baqarah [2]: 214)

Maka memang itulah nature dari sang pemimpi, mereka diuji, mereka dicoba, dilempari kotoran, diteriaki gila, dianggap tukang sihir, dipenjara, dimasukkan ke dalam sumur, ditelan ikan paus, hingga dibakar hidup-hidup. Bukankah jelas bagi kita semua seluruh deret kisah itu? Bukankah jelas bahwa kita harus get up, fight on, and do not run! Bukankah itu jelas? Maka excuse apalagi yang mau dilontar? Mestinya kita bersyukur, Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kita kunci, ayat untuk dimengerti, kunci untuk membuka harta yang ia janjikan, harta yang tiada bandingannya lagi di seluruh alam semesta ini. Bukankah Allah Azza wa Jalla menjanjikan kita untuk melihat wajah-Nya sebagai harta terbesar? Maka sungguh, Al Quran ini adalah harta terbesar selama manusia hidup!

Mimpi ini IRN 2014 yang telah tercapai, harus ditebus dengan tidur 2 jam sehari. Tapi inilah coba, inilah uji. Sempat ambruk saat pemred FoodReview Indonesia berkata “kalo kaya gini berarti gagal penelitianmu…”, setelah frustasi menjelajah desa kesana kemari, berhari-hari berpeluh berkali-kali, berlumur getah ditangan kaki hingga kering menebal menjadi daki, tidurpun tidak masuk dalam agenda, makan bahkan tidak terlintas dalam pikiran, tetap dibarengi dengan Basmallah, itikad, tekad, serta prasangka baik. Hasilnya tetap terngiang hingga sekarang, “kalo kaya gini berarti gagal penelitianmu…”, “kalo kaya gini berarti gagal…”, “berarti gagal…”, “gagal..”, “gagal….”, “gagal….”.

Yah, kalau sudah begini istighfar-nya sambil mengingat Nabi Nuh yang hidup selama 950 tahun dan telah beratus-ratus tahun dicoba, didustai, diusir, dan perlakuan tidak layak lainnya. Maka ini adalah awal bagiku, untuk paham dan mengerti, maka sungguh mimpi dan niat luhur itu diuji. Ia tidak mulus, lancar dan tanpa aral. Tapi ia terjal, tinggi, dan membutuh kerja tingkat tinggi.

Audit tahap satu itu membawaku pada satu kesimpulan, bahwa hambatan, ujian, kendala, cobaan, rintangan, aral, halangan, dan apapun istilah lainnya yang sama saja artinya. Yang aku tahu, Allah bersamaku – begitu kata Ustad Salim A Fillah, yang perlu kulakukan adalah mendekati Allah, karena telah Ia janjikan pula bahwa Ia akan mendekat pada kita, lebih cepat dari cara kita mendekat pada-Nya.

(selesai.)

Sutakwa

141023 0234

Advertisements

Reply me, or Comply me. Or just leave me a message.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s