Pembelajar dan Penggerak


goodreads.com
goodreads.com

Judul Buku    : Bukittinggi – Rotterdam Lewat Betawi (Jilid 1)

Penulis            : Mohammad Hatta

Penerbit         : Kompas

Harga              : Rp 120.000 (tiga jilid)

Tahun Terbit : 2014 (cetakan keempat)

Ukuran           : 14 x 21 (cm)

Tebal              : xliv + 323 halaman

Barangkali, Mohammad Hatta adalah satu diantara sekian banyak tokoh penggagas pergerakan Indonesia yang dalam beberapa buku pendidikan anak-anak kita sekarang ini tidak banyak dibahas. Barangkali, sejarah tidak pernah menjadi salah satu  mata pelajaran yang penting dan dipentingkan oleh para pemangku negeri ini, apalagi menjadi salah satu pelajaran favorit? Tentu salah satu alasannya adalah ‘tabiat’ menghafal ‘kapan’ jika berkaitan dengan sejarah.

Jika saja semua guru sejarah di Indonesia mencintai sejarah. Maka ia akan menuturkan sejarah itu sebagai semua semangat, sebuah peristiwa lengkap dengan asal muasal, latar belakang, dan implikasi klimaksnya. Paling tidak, inilah harta yang kudapat dari penggalan awal catatan kehidupan Pahlawan kita Mohammad Hatta. Sebuah ancient wisdom dari orang masa lalu yang hidup tidak hanya sehari dua hari dengan orang Belanda.

Inilah catatan runtut, rinci, dan padu mengenai jalan hidup Hatta kecil hingga cukup dewasa untuk mengemban gelar doktoralnya. Menjadi satu dari sekian banyak putra Sumatera yang gagah dan romantis dalam mengemban dalam keislaman dan adatnya. Berkali-kali saat masuk pada bab petualangannya di Eropa, Hatta menulis eksplisit selalu menolak dan menghidari bir dan alkohol, memilih air es dan kopi.

Delapan bab setebal 314 halaman diantaran secara paripurna dengan kekata 40 halaman dari Taufik Abdullah mengenai sosok Hatta yang spesial. Hatta adalah pakar ekonomi sejak kecil, bermula dari perkumpulan sepakbola yang mempercayakan jabatan bendahari – sekarang bendahara – padanya, Hatta tumbuh menjadi administrator ulung melewati Jong Sumatranen Bond, hingga Indische Vereeniging tumbuh perkasa dengan politik non-cooperative-nya menjadi Perhimpunan Indonesia yang sesekali disebutkan dalam buku sejarah kini.

Hatta kecil tidak sadar bahwa seorang yang selama ini ia anggap bapak kandungnya ternyata hanya saudara dekat. Ini karena bapak kandungnya telah meninggal sejak ia berumur 8 bulan. Kekerabatan yang bagitu rapat dilekat oleh adat Sumatera benar-benar mengaburkan tatanan struktur keturunan keluarga Hatta. Kakek Hatta seorang Syeikh di Batuhampar. Konon kemudian hal itulah yang mebuat kalangan ulama menerima Pancasila dan NKRI sebagai satu, karena Hatta ada disana. Ia keturunan ulama besar, berdarah biru.

Iklim keilmuan dan keilmiahan yang berkembang sejak kecil disekitarnya membuatnya tumbuh menjadi analis yang tegas lewat tulisan-tulisannya di berbagai majalah dan koran. Ia adalah sosok yang terus bergerak lewat berbagai perkumpulan dan tulisan, tentu tidak akan terbayang buku-buku yang ia baca. Berpuluh jilid buku ekonomi ia makan dengan lahap, puluhan ribu halaman ia bolak balik bahkan lebih dari satu kali. Ia ceritakan pernah seharian ia hanya membaca buku dan menulis karangan, break jika waktu makan dan tidur.

Memang mestinya seperti inilah karakter seorang akademisi dan penggerak. Ia belajar serius hingga siap dan tanggap mencerna perubahan musim dan iklim perpolitikan kolonial yang kian garang – paska majalah Indonesia Merdeka dan nama Perhimpunan Indonesia launching ke khalayak luas. Ia tenang, serius, tegas, tanpa basa basi bual mengahadapi kolonialisme yang tidak lagi bersahabat.

Mungkin beberapa masih mengenalnya sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Tapi ia lebih dari itu, Hatta adalah model paripurna yang patut diteadani pelajar masa kini. Ialah pemuda yang bergerak dalam studinya. Seorang pembelajar dan penggerak sejati. Mohammad Hatta.

Sutakwa

20141103 2119

Advertisements

Reply me, or Comply me. Or just leave me a message.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s