Senja


Bagi penghuni ibukota

Senja rasanya waktu yang paling tepat untuk bermanja

Diantara merah merah lampu belakang kendaraan

Diantara bosan dan frustasi yang menghimpit ruang kiri dan kanan

Sepertinya begitulah senja di ibukota

Ia mungkin saja bingung

Manisnya yang biasanya menggulung punggung gunung dengan sendu, tidak lantas bisa mengusir marut dan durja penghuni ibukota

Ia mungkin saja hilang akal

Lembutnya yang biasanya menyentuh bibir pantai dengan damai, tidak lekas bisa menangkis tangis dan ratap penghuni ibukota

Barangkali aku saja yang terlalu mengada dan merasa romantis

Boleh jadi aku saja yang terlampau galau dan bernada puitis

Tapi inilah pertemuan pertamaku dengan senja ibukota

Senja yang diciptakan Tuhan Yang Maha Menciptakan sesuatu yang tidak sia-sia

Senja yang digelincirkan di ibukota, menjadi tidak sia-sia

Sutakwa 20150224 1803

Advertisements

Reply me, or Comply me. Or just leave me a message.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s