Indonesia (Tidak) Butuh Saitama


Buat kalian yang tidak ada waktu untuk sekedar mampir membaca komik online, kalian juga pastinya tidak akan punya waktu untuk duduk kurang lebih setengah jam hanya untuk menyaksikan film animasi ‘murahan’ karya orang Jepang, namanya anime.

Dan karena kesibukan kalian yang lebih sibuk dari wartawan online dengan target update tulisan baru tiap jam, kalian tidak mungkin mengenal Saitama. Apalagi para pejabat negeri. Saya kira tidak ada bupati yang pernah tahu tentang Saitama. Apalagi gubernur, gubernur kan sudah sibuk memarahi rakyat kecil yang penipu dan malas sehingga lebih baik dipenjarakan saja rakyat – rakyat ini, kata Pak Gubernur sih begitu. Saya kira Yang Terhormat Presiden Republik Indonesia Bapak Jokowi juga tidak perlu lah kepo pada Saitama ini. Banyak sekali acara peresmian program negara yang harus dihadiri oleh Yang Terhormat Presiden Republik Indonesia Bapak Jokowi secara langsung, sibuk lah pokoknya kalo jadi presiden.

Tetapi buat para pemuda malas yang selalu salah dalam pemberitaan apapun sampai dipatenkan istilah tersendiri menjadi ‘kenakalan remaja’ saya kira harus lah sedikit – sedikit membaca soal Saitama. Apalagi buat mahasiswa yang skripsinya gak selesai selama berabad – abad, jangan selesaikan skripsi kamu sebelum mengkhatamkan Saitama ini.

Saitama

gtalogo.com
gtalogo.com

Yang saya maksud sebagai Saitama ini tentu saja bukan kota Saitama atau stadion Saitama yang terkenal. Saitama ini nama orang, tepaknya tokoh rekaan dalam komik dan anime One Punch Man. Komik ini menceritakan dunia yang telah jauh diancam oleh berbagai jenis terorisme, bukan haya terorisme yang kata orang – orang barat disebut sebagai ulah orang barat, namun terorisme yang lebih dari itu.

Terorisme yang disebabkan oleh berbagai makhluk evolutif hasil perkembangan teknologi manusia sendiri. Disebabkan oleh sampah lah, libah kimia lah, banyak lah yang lain, pokoknya semua karena ulah manusia. Namun memang belum muncul sekali pun monster dalam cerita ini yang merupakan evolusi dari para koruptor, mahasiswa malas, polisi jorok, gubernur galak, rakyat bodoh dan penipu atau banteng gila. Yah, mungkin nanti lah seharusnya muncul monster – monster hasil evolusi ini.

Nah, karena hal genting ini, terorisme yang terlalu berlebihan ini, dunia akhirnya membuat perkumpulan pahlawan (hero). Bahkan pahlawan diseleksi dan digaji. Para pahlawan ini juga punya tugas mingguan dan harus melaporkannya ke asosiasi pahlawan.

Hingga menjadi hero telah begitu menginspirasi anak – anak muda dan menjadi cita – cita. Disinilah Saitama masuk, pemuda penganguran yang gak jelas muasalnya, pengen jadi hero. Alasannya? Pertama, karena hobi saja, ia suka menjalani kehidupan heroistik. Kedua, karena dibayar tentunya, untuk sekedar makan dan bayar kontrakan. Pekerjaan yang sempurna bukan? Melakukan hobi dan dibayar. Sekilas Saitama seolah sama persis dengan bapak – bapak dewan yang terhormat, sudah terhormat, dibayar rakyat, tapi bisanya cuma tidur, marah-marak, menghadiri wawancara, komentar dikit, makan lobster, pulang. Mungkin mereka hobi jadi dewan, dan dibayar, sempurna bukan?

Lazimnya seorang pahlawan pasti punya kekuata bukan? Dan pasti hebat bukan? Yah, minimal kaya Marvel Heroes lah, Iron Man, Captain America, Spiderman, Hulk, Thor, Ant Man. Atau serupa pahlawan DC Comics? Batman, Superman, Flash. Minimal seperti pahlawan khas komik Jepang dong, Naruto, One Piece, Doraemon. Tapi, begitukah Saitama? Itukah level kehebatan Saitama?

Pakaian superhero Saitama tidak se-keren para pahlawan Marvel atau DC Comic, pakaiannya hanya didominasi warna kuning, sabuk hitam, sarung tangan merah dan jubah putih biasa. Dilengkapi dengan kepala botak. Benar sekali, saitama adalah pahlawan botak plontos. Oke, mungkin kamu akan sedikit kecewa dengan penampilan hero ala Saitama. Namun saat kamu mendengar kekuatannya, kecewamu mungkin akan sedikit terobati. Jadi, kekuatan Saitama hanya satu, tidak seperti banyak pahlawan lain baik dalam maupun luar negeri yang selalu punya kekuatan pamungkas. Tidak juga serupa dengan para profesor ahli kampanye yang punya serangan fajar pamungkas atau politik tipu – tipu tanpa batas. Kekuatan saitama hanya satu, memukul lawan, satu til, kuwi tok. Satu pukulan dan musuh langsung kalah, sirna, hancur, lebur, lenyap.

Bagaimana? Sekarang sudah mulai mebayangkan bagaimana Saitama menumpas kejahatan?

Kehidupan Saitama

abovetheveil.com
abovetheveil.com

Saitama selalu menang, tetapi tidak pernah terlihat. Ia membunuh monster sekali pukul, sampai – sampai asosiasi pahlawan hanya merasa lega dan tak pernah mencari tahu siapa yang membunuh monster ganas itu dalam sekejap. Mereka pikir pahlawan lain yang melakukannya. Mereka pikir bukan Saitama yang melakukannya. Kamera terlalu lambar untuk menangkap pergerakan Saitama. Tiba – tiba hanya sepersekian detik musuh lenyap, Saitama telah menghilang, pulang ke kontrakan dan meneruskan malas – malasan.

Kamu pikir saitama keren? Tidak sama sekali. Jasanya tidak pernah diketahui publik. Ia tidak pernah muncul terlihat oleh saksi mata manapun saat menghabisi monster, kamera manapun tidak sanggup merekamnya. Maka sekalinya Saitama berhenti setelah mengahibisi musuh, memusnahkan musuh dalam sekejap, kendatipun di depan orang banyak, bahkan tidak satu pun mata yang sanggup melihat bahwa Saitama lah yang melepaskan satu pukulan dan menghancur leburkan monster raksasa.

Maka orang – orang bingung, orang orang bengong, orang – orang bimbang, sampa muncul satu dua orang provokator yang mengatakan Saitama penipu, pahlawan penipu. Dan orang lain terpancing mengikuti arus provokasi. Saitama menjadi penipu bagi orang – orang yang ia selamatkan sendiri.

Bayangkan itu, sudah bosan karena terlalu mudah menghabisi musuh dengan sekali pukulan, ditambah sekarang dianggal sebagai penipu. Seorang penipu botak dengan baju pahlawan, semua orang di dunia berpikir seperti itu tentang Saitama. Maka dalam hal peringkat pahlawan, Saitama jauh berada di belakang, dianggap remeh temeh oleh semua orang. Memang belum terbukti, tetapi dengan kekuatan yang ‘membosankan’ ini sudah dapat ditebak bukan? Bahwa semua pahlawan yang peringkatnya di atas Saitama sudah pasti kalah dalam sekali pukulan. Mudah lah dibayangkan nasib superhero Marvel dan DC Comic jika disuruh melawan Saitama, bukan hanya main kucingan macam Batman v Superman atau Civil War yang penuh drama india. Yah, dengan sedikit tambahan teknologi visual yg lebih mahal tentunya.

Indonesia Butuh Saitama?

animelab.com
animelab.com

Apakah Indonesia butuh hero seperti Saitama? Negara yang alamnya indah super megah ini amun isinya hanya ‘monster – monster’ buas, butuhkah Saitama? Tapi saya kira ada lah Saitama – Saitama di bumi Indonesia ini. Ia yang bosa setia hari menumpas kebobrokan moral dan karekter tapi tetap saja ia lakukan setiap hari. Ia yang bosan membunuh virus – virus mafia kecil dan besar tapi tetap saja ia lakukan setiap hari. Ia yang bosan melenyapkan koruptor – koruptor jalanan sampai kantoran tetapu tetap saja ia lakukan setiap hari.

Bahkan sampai pada titik dimana ia dianggap penipu oleh orang – orang disekelilingnya, tapi tetap saja ia lakukan setiap hari. Namun, tidak akan pernah ia dianggap pencitraan, karena mata kamera para wartawan tidak dapat menangkap keberadaannya apalagi Mata Najwa, tidak mungkin lah ia menjadi narasumber disana,wong Kick Andy! saja tidak mampu melacak dimana gerangan si Saitama Indonesia ini kok. Bahkan media amatir, Facebook, Twitter, Instagram dan Youtube saja tidak satupun yang mampu memajang wajah atau kegiatan kepahlawanannya.

“Lhoh? Jadi si Saitama ini ada ndak sebenarnya di Indonesia? Kalo ada, siapa? Dimana? Kapan? Bagaimana? Harus wujud dong, kalau tidak wujud, namanya bukan pahlawan dong. Kalau tidak ada yang ditumpas, tidak ada buktinya, tidak ada dia dan foto kegiatan penumpasan kejahatan itu, berarti ya dia tidak ada. Bukan pahlawan itu namanya. Bagaimana ini, buang – buang waktu saja, menceritakan pahlawan kok tidak berwujud.” – kata seorang pecandu pahlawan.

Maka, hari ini Indonesia tidak butuh Saitama sepertinya. Lha wong pahlawan itu harus muncul di layar televisi atau lembaran koran, atau minimal foto amatir di Facebook, Twitter, Instagram. Ya kalau begitu kebutuhannya, tidak akan pernah ada pahlawan di Indonesia. Tidak akan pernah lahir Saitama di Indonesia.

Advertisements

Reply me, or Comply me. Or just leave me a message.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s