Gratis Tidak Mesti Disikapi Skeptis


Indonesia memang telah lama gagal membangun dirinya sendiri dengan optimisme. Wajar dan memang sesuai nalar saja kalau orang-orang dari kalangan ‘bar-bar’ hingga terpelajar beramai-ramai menjadi pemuja aliran agama baru bernama skeptisme – agama yang ibadahnya isinya cuma nyinyir dan bully saja.

Meskipun IPK tidak tinggi-tinggi amat – juga tidak berarti hancur lebur – saya memilih untuk memisahkan diri dari golongan orang-orang skeptis. Alasannya jelas, mereka yang selalu saja memuja tuhan baru bernama skeptisme kelak akan tertinggal dan menyesal, mereka tidak akan menjadi bagian dari perubahan. Yah, minimal saya tahu dengan siapa harus berkumpul dan membuat lingkaran, hingga nantinya dapat ikut dalam barisan.

Iya, tentu saja banyak yang bersikap skeptis tentang Flip, bahkan curiga. Berkali-kali saya share tentang Flip, saya link-kan secara langsung pula FAQ-nya, dan masih saja curiga bahkan cenderung mengada-ada. Ya sudahlah, mungkin mereka belum membutuhkan saja, dan saya juga ora patheken. 

Akhir tahun 2015 adalah pertama kalinya saya mengenal Flip dari salah satu situs pembakar optimisme favorit saya, Good News From Indonesia. Saat itu Flip masih bayi, dalam bahasa teknologi masih disebut Beta, dengan tautan awal yang sekarang pastilah telah hilang – https://goflip.me/beta.

Setelah membuka dan menelisik dengan cukup merata, saya rasa Flip akan menjadi bagian dari banyaknya startup Indonesia yang benar-benar level up di masa mendatang, bukan sebagai pedagang yang ngaku-ngaku sebagai startup.

Menihilkan biaya transfer antar bank, dasar anak-anak muda gila kurang kerjaan, umpat saya dalam hati, sambil terkekeh bangga. Bangga karena saya muda dan beranjak di tengah-tengah generasi pemuda Indonesia yang ‘gila dan kurang kerjaan’. Saya bersyukur dilahirkan sebagai generasi 90-an yang tidak cukup mengerti untuk menyaksikan kerusuhan dan kehancuran 98, dan akan menua untuk menyaksikan kawan-kawan saya mewujudkan cita-cita kemerdekaan 1945 kelak semasa seratus tahun Indonesia 2045.

Catatan transaksi pertama saya tercatat 17 Februari 2016. Saya ingat betul sebelum bisa melakukan transaksi, kala itu mesti antri terlebih dahulu sebagai member Flip. Saya juga mengalami masa-masa dimana Flip baru menyediakan 5 bank, yang kini telah dapat melakukan transaksi dari 7 bank, tentu saya harapkan dapat terus bertambah.

Hingga sampailah kemarau panjang, begitu saya menyebutnya. Saat-saat ketika Flip mulai serius mengurus diri. Saat-saat ketika Flip lulus SD dan melangkah ke Sekolah Menengah. Saat-saat ketika Flip memperkenalkan dirinya pada induk keuangan republik ini, Bank Indonesia. Itulah kemarau panjang yang saya rasa pasti sangat melelahkan bagi para rangers Flip.

Dalam catatan transaksi saya terakhir kali saya melakukan trasaksi adalah pertengahan Juli, dan baru dapat kembali melakukan transaksi setelah 23 Oktober. Masa penantian yang sangat panjang, tentu karena Bank Indonesia mengharuskan adanya verifikasi tatap muka. Kendala yang sangat menyusahkan untuk startup kecil tanpa laba seperti Flip. Tapi toh dapat teratasi juga, kami yang berada diluar jabodetabek kini mayoritas telah dapat kembali menggunakan Flip – meskipun tentu masih banyak kawan lain di luar Jawa yang hingga kini belum juga dapat menggunakan FLip. Bahkan yang tak pernah dinyana, Flip telah jauh terbang hingga Malaysia.

Mimpi Mas Rafi soal melenyapkan riba sepertinya sedikit banyak telah dibukakan jalan Tuhan entah dari mana. Yang perlu selalu kita ingat sebagai anak muda, manusia itu secara alamiah dan ruhaniah akan selalu bergerak mendekati sesuatu yang baik. Jadi jangan pernah mengalah dan kalah dalam memperjuangkan apapun saja yang kalian yakini baik. Karena kalian tidak sendirian, karena kami yang belum baik tidak ingin kalian tinggalkan.

Lewat informasi transaksi yang selalu dikirimkan ke email saya selepas melakukan transaksi, saya tahu kini Flip telah mencapai lebih dari 98300++ transaksi, sangat dekat dengan 100.000 transaksi yang patut dirayakan. Dan tidak pernah sekalipun Flip melenguh keluh walaupun saya bayangkan betapa susah dan sukar semua upaya harian yang dikerjakan tim Flip. Bahkan bahasa komunikasi Flip di semua sosial media selalu berupa ceria dan bahagia. Pengabdian yang membahagiakan, begitulah yang dapat saya gambarkan tentang mereka.

Lewat email, dan bahkan langsung melalui verifikator yang saya temui, pernah saya tawarkan diri untuk ikut bantu bahu menjadi salah satu rangers. Hingga saat ini belum juga dihubungi atau ditindaklanjuti. Saya bersyukur, itu artinya terlalu banyak tangan, pikiran, kaki dan hati yang berbondong masuk memberikan bantuan, hingga Flip sendiri pun kebingungan memilah dan memilih bantuan. Saya bersyukur Flip tidak kelimpungan sendirian atau kesepian tanpa dukungan dalam perjalanan perjuangannya.

Semangat, Flip, saya berharap masih ada dan menyaksikan dengan mata kepala, nanti, kelak saat Flip benar-benar nyata membuat riba tak lagi tumbuh berbunga. Terima kasih Flip, untuk apapun saja.

Advertisements

Reply me, or Comply me. Or just leave me a message.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s