Rejecting Fallacy Perception: The Unity And Suitability Of Human Rights In Islamic Law


daviddilworth.com
daviddilworth.com

Abstract

Islam first entered Indonesia in the range of the 7th century until the 19th century through Gujarat, Persian, and Arabic, than human rights which began to become popular in 19th century. Human rights have been developing in Indonesia through political organizations and then been understood as an implementation of the principles of Pancasila which is the foundation of the state and the ideology of Indonesian through the Republic of Indonesia president’s speech in 1990. In various studies, Islamic law and human rights have always misused by irresponsible parties to be blasted with the reality of law and culture in Indonesia. Human rights in Islam are based on Shari’a and come from Allah Swt. It is different from human rights which are made by human-being that is a liberal product and often misused. Human rights in Islam aim to uphold justice however penalty for the violation is considered too cruel and unfair. Whereas, indeed Islamic law is to protect human rights if we want to study further. Islam had already been giving its culture and Shari’a in Indonesia which was being in transition of Buddhist and Hindu kingdoms collapse and establishment of the Islamic empire. Since that time, Shari’a and Islamic way of life has come to dominate public life of Nusantara’s citizens and human rights values ​​have been merged into one in the comprehensiveness of Islamic law. Islam and its teachings can not be separated from humanity values – in this case in human rights – as well as human rights which their basic and goal are the same with Islamic law.

Keywords: Islam, human rights, law, Shari’a, human-being

Read More »

Leadership #4 : Integrasi Konsep Kepemimpinan Profetik dalam Keseharian Mahasiswa


muhPuncak dari segala teori dan motivasi adalah keseharian dan pembiasaan diri. Tidak akan ada yang tau selain diri kita sendiri, apakah telah sampai kita pada tujuan dan penerapan yang sesungguhnya. Orang lain hanya melihat, orang lain mungkin berpikir, orang lain pasti menilai, hanya sedikit yang berpendapat, dan lebih sedikit lagi yang mau mengingatkan kita ketika kita teledor. Tidak sesuai kata dan tindak. Kata kakak saya, kita benar saja kita bakal sering disalahkan, apalagi salah?

Read More »

Strategi EDIPLICASSI sebagai Upaya Pencegahan Timbulnya Mental Korup pada Pemuda


corrupPemuda adalah pemimpin masa depan. Begitu selalu dicitrakan, pemuda yang kuat secara fisik yang mampu belajar dan menempa mental agar dapat memberikan jiwa dan raga yang kokoh saat dibutuhkan oleh negara sebagai pemimpin. Pada masa sekarang ini, banyak orang yang pesimis dengan kejayaan negeri ini. Salah satu alasannya adalah karena para pemimpin negeri sudah terlalu sakit, bukan secara fisik namun secara moril.
Penyakit para pemimpin kita terletak pada moralnya yang rapuh, hingga korupsi dengan mudah mengendalikan pikiran dan tingkah laku para pemimpin kita untuk berbuat korup pada ibu pertiwi.Read More »

Social Media : Social Movement, Education, and Character Building


moveIndonesia adalah negara yang besar, hingga saat ini tercatat lebih dari 220 juta jiwa merupakan warga negara Indonesia. Menarik ketika membicarakan Indonesia dan perkembangan teknologi. Dalam bahasan ini akan di kerucutkan menjadi kajian mengenai perkembangan penggunaan internet di Indonesia. Pada tahun 2011 pengguna internet di Indonesia mencapai angka 80 juta pengguna.
Satu yang paling menarik ketika membahas penggunaan internet, adalah data data mengenai penggunaan social media, jejaring sosial. Pengguna facebook di Indonesia ada 31 juta, angka terbesar kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Twitter digunakan oleh 6,2 juta orang di Indonesia, nomor tiga terbesar di Asia. Aktivitas twitter (nge-twit) di Indonesia merupakan yang tertinggi di dunia , yaitu pada angka 20,8 %. Amerika hanya 11,9 % dan Brazil ada di posisi kedua dengan 20,5%.Read More »