Perang Besar


Benarlah kalau Nabi berpesan bahwa perang besar yang sesungguhnya adalah perang melawan diri kita sendiri. Perang melawan kemarahan saat dihinakan oleh orang lain. Perang melawan ‘hak’ membalas yang sangat bisa dan sangat mampu untuk dilakukan. Barangkali perang itulah yang dimenangkan Ali kala berhenti sepersekian detik tebasan pedangnya hanya karena ludah musuh ke wajah menantu sekaligus keponakan Nabi ini.Read More »

Advertisements

Menerjemahkan Islam Buya ; Haji Abdul Malik Karim Amrullah


Judul Buku     : Ayah… – Kisah Buya Hamka

Penulis            : Irfan Hamka

Penerbit         : Republika

Harga              : –

Tahun Terbit : April 2013 (cetakan VI)

Ukuran           : 13,5 x 20,5 (cm)

Tebal              : xxviii + 323 halaman

 

24 Ramadhan 1436 hijriah, putra kelima Buya tutup usia. Ia yang mewarisi satu percik talenta Buya, menelurkan buku biografi otektik dan jujur tanpa latar belakang “biografi pesanan” atau “biografi pasaran”.Read More »

7 Hal yang Mungkin Belum Kamu Ketahui tentang Perang Jawa


Salah satu peristiwa besar dalam periode perjuagan pra-kemerdekaan Indonesia adalah Perang Jawa pada tahun 1825-1830. Bumi Jawa yang makmur menjadi berubah sama sekali paska perang besar yang juga sering disebut Perang Diponegoro sebagai penanda awal perlawanan lintas bidang menuju kemerdekaan Indonesia. Dari sejarah itu kemudian lahirlah nama Diponegoro menjadi simbol salah satu universitas ternama di Indonesia, museum, pameran seni dan manuskrip sejarah, serta ribuan jalan yang dinamai persis seperti nama Sang Pangeran yang lazim kita kenal hingga saat ini. Namun, ada beberapa fakta sejarah tentang Perang Diponegoro yang mungkin tidak pernah kita tahu hingga saat ini.

Read More »

Islam Kato-san


penyusundiksi.blogspot.com
penyusundiksi.blogspot.com

Judul Buku     : Kangen Indonesia – Indonesia di Mata Orang Jepang

Penulis            : Hisanori Kato

Penerbit         : Kompas

Harga              : Rp 30.000

Tahun Terbit  : Oktober 2013 (cetakan ketiga)

Penerjemah   : Ucu Fadhilah

Ukuran           : 14 x 21 (cm)

Tebal               : xxiv + 144 halaman

 

Beberapa kali saya sempat terantuk keheranan, bagaimana mungkin orang Jepang yang begitu appreciable terhadap sesuatu dan sangat menjaga privasi baik privasi diri maupun penghargaan tinggi pada privasi orang lain, menjadi sangat ganas saat perang dunia. Salah satu negara terbesar dan berpenduduk terbanyak saat ini, dengan sejarah peradaban kerajaan beribu tahun, China, hangus lebur oleh Jepang. Belanda, yang lebh dari 3,5 abad ‘berkongsi’ dengan Indonesia, hancur rata hanya dalam beberapa hari, oleh Jepang.Read More »

Menerjemahkan Ibu


dok. pribadi

Judul Buku     : Mengeja Cahaya Surga

Penulis            : Nassirun Pourwokartun, dkk

Penerbit         : Ar-Rijal

Harga              : –

Tahun Terbit : 2015

Ukuran           : 14 x 20,5 (cm)

Tebal              : 220 halaman

Buku Mengeja Cahaya Surga bagi saya adalah buku yang sama sekali baru dan segar. Baru dan segar baik dari konsep tampilan, cerita dibalik pembuatannya, serta komposisi isi bukunya. Menampilkan kursi nyaman yang sederhana dan bersih, halaman cover buku ini seolah mengajak kita menerka kenyamanan di sudut pikiran tentang rumah dan keluarga, menerawang ke belakang jauh dari suasana perantauan pada tempat bernama rumah yang tenang dan penuh manja kasih sayang. Notasi kecil berbunyi “tinjauan fikih, psikologi, dan parenting” membuat saya mengernyitkan dahi, Read More »

Karakter Hanya untuk Orang Baik


dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi

Judul Buku     : Best Practice Character Building

Penulis            : Erie Sudewo

Penerbit         : Republika

Harga              : Rp 80.000

Tahun Terbit : 2011

Ukuran           : 13,5 x 20,5 (cm)

Tebal              : xvi + 289 halaman

Dua minggu teakhir, kereta lokal menjadi tempat singgah yang hampir tetap. Bolak-balik Solo Jogja yang pada awalnya kucoba dengan roda dua, kini setelah remuk badan dan sadar, akhirnya roda besi lebih memberikan kenyamanan. Dalam kesibukan khas mahasiswa tingkat akhir ini, kutemukan banyak jenis manusia di dalam kotak besi. Kami saling berbicara, tidak dengan bahasa verbal atau non-verbal, hanya dengan gerak langkah, tatap sepintas, membuah wajah, dan banyak hal lainnya. Aku belajar, manusia hidup sendiri, apalagi setelah muncul sosial media, social circle yang aktual semakin lenyap. Aku tidak tahu, mereka berkarakter, atau tidak.

Tujuh bagian buku ini konkret jelas menjelaskan pendidikan karakter. Pertama kali muncul di tahun 2010, buku in pernah dilarang edar oleh kementrian agama. Saya tidak membaca buku ini satu kali, tapi lebih. Penulis merupakan praktisi akar rumput yang tau benar bagaimana dan apa itu karakter. Tulisannya seolah kita sedang berbicara tatap muka, diberikan wejangan luas yang meluaskan pandangan kita tentang hidup. Inilah sebuah masterpiece pedoman hidup berkarakter di zaman ini. Zaman yang sudah bukan lagi peradaban.Read More »

Intelektual Negarawan


dokumentasi pribadi
dokumentasi pribadi

Judul Buku     : Menuju Gerbang Kemerdekaan (Jilid 3)

Penulis            : Mohammad Hatta

Penerbit         : Kompas

Harga              : Rp 120.000 (tiga jilid)

Tahun Terbit : 2014 (cetakan keempat)

Ukuran           : 14 x 21 (cm)

Tebal              : viii + 230 halaman

Dalam buku dua jelas betul ‘kedongkolan’ Hatta pada sikap Sukarno yang mencla mencle. Tapi jika menyangkut kepentingan orang banyak, juga nyatalah kenegarawanan Hatta dalam menyikapi situasi dan urgensi momen. Ia sadar bahwa rakyat tidak cukup mengerti dan terdidik tentang politik. Ia tahu bahwa rakyat lebih butuh semangat dan arahan dari tokoh yang selama ini mereka dengar dan hormati kehormatannya seluas Hindia Belanda. Rakyat hanya tau bahwa mereka butuh Sukarno Hatta.Read More »

Hatta-Soekarno : Iman dan Kurang Iman


goodreads.com
goodreads.com

Judul Buku     : Berjuang dan Dibuang (Jilid 2)

Penulis            : Mohammad Hatta

Penerbit         : Kompas

Harga              : Rp 120.000 (tiga jilid)

Tahun Terbit : 2014 (cetakan keempat)

Ukuran           : 14 x 21 (cm)

Tebal              : viii + 192 halaman

 

Inilah bagian awal perkenalan Hatta dan Soekarno – secara langsung. Mungkin keduanya telah saling mengamati dari jauh lewat surat kabar lintas negara – kala Hatta masih bergelut dengan buku-buku tebal guna memuluskan gelar doktoralnya. Kala ia rutin melanglang Eropa mengalkan frasa Indonesia dan ketegasan politik non-kooperasi-nya. Tidak diceriterakan kapan Sukarno mulai membangun PPPKI (Persatuan Partai-Partai Kebangsaan Indonesia) dan PNI kala itu, namun jelas dan nyata bahwa awal “persimpangan pandang” itu dimulai ketika Sukarno ‘membubarkan’ PNI, kemudian mendirikan Partai Indonesia (Partindo).Read More »

Pembelajar dan Penggerak


goodreads.com
goodreads.com

Judul Buku    : Bukittinggi – Rotterdam Lewat Betawi (Jilid 1)

Penulis            : Mohammad Hatta

Penerbit         : Kompas

Harga              : Rp 120.000 (tiga jilid)

Tahun Terbit : 2014 (cetakan keempat)

Ukuran           : 14 x 21 (cm)

Tebal              : xliv + 323 halaman

Barangkali, Mohammad Hatta adalah satu diantara sekian banyak tokoh penggagas pergerakan Indonesia yang dalam beberapa buku pendidikan anak-anak kita sekarang ini tidak banyak dibahas. Barangkali, sejarah tidak pernah menjadi salah satu  mata pelajaran yang penting dan dipentingkan oleh para pemangku negeri ini, apalagi menjadi salah satu pelajaran favorit? Tentu salah satu alasannya adalah ‘tabiat’ menghafal ‘kapan’ jika berkaitan dengan sejarah.Read More »