Belajar Bermain, Bukan Main-Main


Selain kurang piknik, sebenarnya orang Indonesia sangat kurang bermain. Bukan hanya orang dewasanya, tapi juga anak-anaknya. Padahal dalam sesi materi ‘Bapak Main-main Indonesia’ Kang Zaini Alif beberapa minggu lalu, benar betul kalau dikatakan semua manusia itu senang bermain, bukan hanya anak-anak namun juga orang dewasa.Read More »

Advertisements

(L)ibu(r)


Orang Indonesia itu sangat suka libur. Meskipun kalender dinding tidak lagi terlalu populer dan mulai terganti oleh kalender handphone, namun tetap saja manusia Indonesia itu butuh kalender dinding, mereka butuh libur, dan hanya kalender dinding itulah yang dapat ‘memberikan’ libur pada Indonesia.Read More »

Hak


Banyak kita mengira bahwa diri dalam kehidupannya memiliki hak atas sesuatu. Barangkali kita tidak benar-benar mengerti tentang apapun saja maksud hidup itu. Kalau kita masih merasa barang sedikit saja bahwa kita memiliki hak, mungkin kita tidak sepenuhnya sadar atas tujuan hidup dan kehidupan.Read More »

Menentukan Arah


Sangat susah bagi saya mengejawantah perkara pada ranah semacam ini, sebenarnya. Terlepas dari susah karena saya sendiri belum pernah mengalaminya, pun setelah saya menjalankannya nanti, bahasan semacam ini memang bukan style saya. Menjadi melankolis deskriptif dan ekspresif itu susahnya luar bisa bagi koleris subversif konservatif macam saya.Read More »

Belajar Diam


Sebagai makhluk sosial, manusia mungkin susah untuk menghindar secara sosial. Lebih lagi saat kemajuan dan perkembangan teknologi ukuran telapak tangan – smartphone – menawarkan berbagai media ekspresi yang beraneka rupa. Mulai dari yang berisi narasi saja, gambar saja, atau bahkan keduanya dan semuanya.Read More »